Flackboy Guithu Adja

PESAN BUAT SAHABATKU: *Jangan sis-siakan hidupmu dengan cinta,karena cinta itu kadang dapat menghambat jalanya kita untuk meraih masa depan yang cerah,namun dengan cinta kita dapat meraih masa depan yang cerah itu menjadi sebuah kesempurnaan hidup, *Raihlah duniamu seolah-olah kamu akan hidup selamanya dan raihlah akheratmu seolah-olah kamu akan mati besok,

Jumat, 09 April 2010

Minggu, 28 Februari 2010

Materi PMR bab 3

MATERI PMR WIRA

PERTOLONGAN PERTAMA

 

BAB III. PENILAIAN

Saat menemukan penderita ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk menentukan tindakan selanjutnya, baik itu untuk mengatasi situasi maupun untuk mengatasi korbannya.

Langkah – langkah penilaian pada penderita :

a. Penilaian Keadaan

b. Penilaian Dini

c. Pemeriksaan Fisik

d. Riwayat Penderita

e. Pemeriksaan Berkala atau Lanjut

f. Serah terima dan pelaporan

Penilaian keadaan

Penilaian keadaan dilakukan untuk memastikan situasi yang dihadapi dalam suatu upaya pertolongan. Sebagai penolong kita harus memastikan apa yang sebenarnya kita hadapai, apakah ada bahaya susulan atau hal yang dapat membahayakan seorang penolong. Ingatlah selalu bahwa seorang atau lebih sudah menjadi korban, jangan ditambah lagi dengan penolong yang menjadi korban. Keselamatan penolong adalah nomor satu.

Keamanan lokasi

Pelaku pertolongan pertama saat mencapai lokasi kejadian, haruslah tanggap dan dengan serta merta melakukan penilaian keadaan dengan mengajukan pertanyaan – pertanyaan seperti dibawah.

a. Bagaimana kondisi saat itu

b. Kemungkinan apa saja yang akan terjadi

c. Bagaimana mengatasinya

Setelah keadaan di atasi barulah kita mendekati dan menolong korban. Adakalanya kedua ini berjalan bersamaan.

Tindakan saat tiba di lokasi

Bila anda sudah memastikan bahwa keadaan aman maka tindakan selanjutnya adalah :

1. Memastikan keselamatan penolong, penderita, dan orang-orang di sekitar lokasi kejadian.

2. Penolong harus memperkenalkan diri, bila memungkinkan:

• Nama Penolong

• Nama Organisasi

• Permintaan izin untuk menolong dari penderita / orang

3. Menentukan keadaan umum kejadian (mekanisme cedera) dan mulai melakukan penilaian dini dari

penderita.

4. Mengenali dan mengatasi gangguan / cedera yang mengancam nyawa.

5. Stabilkan penderita dan teruskan pemantauan.

6. Minta bantuan.

Sumber Informasi

Informasi tambahan mengenai kasus yang kita hadapi dapat diperoleh dari :

• Kejadian itu sendiri.

• Penderita (bila sadar).

• Keluarga atau saksi.

• Mekanisme kejadian.

• Perubahan bentuk yang nyata atau cedera yang jelas.

• Gejala atau tanda khas suatu cedera atau penyakit.

Penilaian Dini

Penolong harus mampu segera mampu untuk mengenali dan mengatasi keadaan yang mengancam nyawa korban.

Langkah-langkah penilaian dini :

a. Kesan umum

Seiring mendekati penderita, penolong harus mementukan apakah situasi penderita tergolong kasus

trauma atau kasus medis.

Kasus Trauma : Mempunyai tanda – tanda yang jelas terlihat atau teraba.

Kasus Medis : Tanpa tanda – tanda yang terlihat atau teraba

b. Periksa Respon

Cara sederhana untuk mendapatkan gambaran gangguan yang berkaitan dengan otak penderita

Terdapat 4 tingkat Respons penderita :

A = Awas

Penderita sadar dan mengenali keberadaan dan lingkungannya.

S = Suara

Penderita hanya menjawab/bereaksi bila dipanggil atau mendengar suara.

N = Nyeri

Penderita hanya bereaksi terhadap rangsang nyeri yang diberikan oleh penolong, misalnya dicubit,

tekanan pada tulang dada.

T = Tidak respon

Penderita tidak bereaksi terhadap rangsang apapun yang diberikan oleh penolong. Tidak membuka

mata, tidak bereaksi terhadap suara atau sama sekali tidak bereaksi pada rangsang nyeri.

c. Memastikan jalan napas terbuka dengan baik (Airway).

Jalan napas merupakan pintu gerbang masuknya oksigen ke dalam tubuh manusia. Apapaun usaha yang

dilakukan, namun bila jalan napas tertutup semuanya akan gagal.

1. Pasien dengan respon

Cara sederhana untuk menilai adalah dengan memperhatikan peserta saat berbicara. Adanya gangguan

jalan napas biasanya akan berakibat pada gangguan bicara.

2. Pasien yang tidak respon

Pada penderita yang tidak respon, penolonglah yang harus mengambil inisiatif untuk membuka jalan

napas. Cara membuka jalan napas yang dianjurkan adalah angkat dagu tekan dahi. Pastikan juga

mulut korban bersih, tidak ada sisa makanan atau benda lain yang mungkin menyumbat saluran napas.

d. Menilai pernapasan (Breathing)

Label:

Materi PMR bab 2

MATERI PMR WIRA

PERTOLONGAN PERTAMA

 

BAB II. ANATOMI

Pengertian

Anatomi (susunan Tubuh)

Adalah ilmu yang mempelajari susunan tubuh dan bentuk tubuh.

Fisiologi (faal tubuh)

Adalah Ilmu yang mempelajari faal (fungsi) bagian dari alat atau jaringan tubuh.

Posisi Anatomis

Tubuh manusia diproyeksikan menjadi suatu posisi yang dikenal sebagai posisi anatomis, yaitu berdiri tegak, ke dua lengan di samping tubuh, telapak tangan menghadap ke depan. Kanan dan kiri mengacu pada kanan dan kiri penderita.

BIDANG ANATOMIS

Dalam posisi seperti ini tubuh manusia dibagi menjadi beberapa bagian oleh 3 buah bidang khayal:

1. Bidang Medial; yang membagi tubuh menjadi kiri dan kanan

2. Bidang Frontal; yang membagi tubuh menjadi depan (anterior) dan bawah (posterior)

3. Bidang Transversal; yang membagi tubuh menjadi atas (superior) dan bawah (inferior)

Pembagian tubuh manusia

Tubuh manusia dikelilingi oleh kulit dan diperkuat oleh rangka. Secara garis besar, tubuh manusia dibagi menjadi :

a. Kepala

Tengkorak, wajah, dan rahang bawah

b. Leher

c. Batang tubuh

Dada, perut, punggung, dan panggul

d. Anggota gerak atas

Sendi bahu, lengan atas, lengan bawah, siku, pergelangan tangan, tangan.

e. Anggota gerak bawah

Sendi panggul, tungkai atas, lutut, tungkai bawah, pergelangan kaki, kaki.

 

Rongga dalam tubuh manusia

Selain pembagian tubuh maka juga perlu dikenali 5 buah rongga yang terdapat di dalam tubuh yaitu :

a. Rongga tengkorak

Berisi otak dan bagian-bagiannya

b. Rongga tulang belakang

Berisi bumbung saraf atau “spinal cord”

c. Rongga dada

Berisi jantung dan paru

d. Rongga perut (abdomen)

Berisi berbagai berbagai organ pencernaan

Untuk mempermudah perut manusia dibagi menjadi 4 bagian yang dikenal sebagai kwadran sebagai berikut:

1. Kwadran kanan atas (hati, kandung empedu, pankreas dan usus)

2. Kwadran kiri atas (organ lambung, limpa dan usus)

3. Kwadran kanan bawah (terutama organ usus termasuk usus buntu)

4. Kwadran kiri bawah (terutama usus).

Catatan : Untuk materi terbaru, kwadran dibagi menjaid 9 titik yaitu : Titik atas kanan,

Titik atas tengah, Titik atas kiri, Titik tengah kanan, Titik tengah, Titik tengah kiri,

Titik bawah kanan,Titik tengah bawah,dan Titik kiri bawah.

e. Rongga panggul

Berisi kandung kemih, sebagian usus besar, dan organ reproduksi dalam

Sistem dalam tubuh manusia

Agar dapat hidup tubuh manusia memiliki beberapa sistem:

1. Sistem Rangka (kerangka/skeleton)

a. Menopang bagian tubuh

b. Melindungi organ tubuh

c. Tempat melekat otot dan pergerakan tubuh

d. Memberi bentuk bangunan tubuh

2. Sistem Otot (muskularis)

Memungkinkan tubuh dapat bergerak

3. Sistem pernapasan (respirasi)

Pernapasan bertanggung jawab untuk memasukkan oskigen dari udara bebas ke dalam darah dan

mengeluarkan karbondioksida dari tubuh.

4. Sistem peredaran darah (sirkulasi)

Sistem ini berfungsi untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh.

5. Sistem saraf (nervus)

Mengatur hampir semua fungsi tubuh manusia. Mulai dari yang disadari sampai yang tidak disadari

6. Sistem pencernaan (digestif)

Berfungsi untuk mencernakan makanan yang masuk dalam tubuh sehingga siap masuk ke dalam darah dan siap untuk dipakai oleh tubuh

7. Sistem Klenjar Buntu (endokrin)

8. Sistem Kemih (urinarius)

9. Kulit

10.Panca Indera

11.Sistem Reproduksi

Label:

Materi PMR bab 1

MATERI PMR WIRA

PERTOLONGAN PERTAMA

 

BAB I. DASAR PERTOLONGAN PERTAMA

Pemberian pertolongan segera kepada penderita sakit atau korban kecelakaan yang memerlukan penanganan medis dasar untuk mencegah cacat atau maut.

Tujuan Pertolongan Pertama

1. Menyelamatkan jiwa penderita

2. Mencegah cacat

3. Memberikan rasa nyaman dan menunjang proses penyembuhan

Sistem Pelayanan Gawat Darurat Terpadu

Dalam perkembangannya tindakan pertolongan pertama diharapkan menjadi bagian dari suatu sistem yang dikenal dengan istilah Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu, yaitu sistem pelayanan kedaruratan bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya di bidang kesehatan.

Komponen Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu:

1.       Akses dan Komunikasi

Masyarakat harus mengetahui kemana mereka harus meminta bantuan, baik yang umum

2.       Pelayanan Pra Rumah Sakit

Secara umum semua orang boleh memberikan pertolongan.

Klasifikasi Penolong:

a. Orang Awam

Tidak terlatih atau memiliki sedikit pengetahuan pertolongan pertama

b. Penolong pertama

Kualifikasi ini yang dicapai oleh KSR PMI

c. Tenaga Khusus/Terlatih

Tenaga yang dilatih secara khusus untuk menanggulangi kedaruratan di Lapangan

 

3. Tansportasi

Mempersiapkan penderita untuk ditransportasi

Dasar Hukum

Di dalam undang-undang ditemukan beberapa pasal yang mengatur mengenai Pertolongan Pertama, namun belum dikuatkan dengan peraturan lain untuk melengkapinya. Beberapa pasal yang berhubungan dengan Pertolongan Pertama antara lain :

Pasal 531 K U H Pidana

“Barang siapa menyaksikan sendiri ada orang didalam keadaan bahaya maut, lalai memberikan atau

mengadakan pertolongan kepadanya sedang pertolongan itu dapat diberikannya atau diadakannya

dengan tidak akan menguatirkan, bahwa ia sendiri atau orang lain akan kena bahaya dihukum

kurungan selama-lamanya tiga bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp 4.500,-. Jika orang yang

perlu ditolong itu mati, diancam dengan : KUHP 45, 165, 187, 304 s, 478, 525, 566”

Persetujuan Pertolongan

Saat memberikan pertolongan sangat penting untuk meminta izin kepada korban terlebih dahulu atau kepada keluarga, orang disekitar bila korban tidak sadar. Ada 2 macam izin yang dikenal dalam pertolongan pertama :

1. Persetujuan yang dianggap diberikan atau tersirat (Implied Consent)

Persetujuan yang diberikan pendarita sadar dengan cara memberikan isyarat, atau penderita tidak

sadar, atau pada anak kecil yang tidak mampu atau dianggap tidak mampu memberikan persetujuan

2. Pesetujuan yang dinyatakan (Expressed Consent)

Persetujuan yang dinyatakan secara lisan maupun tulisan oleh penderita.

Alat Perlindungan Diri

Keamanan penolong merupakan hal yang sangat penting, sebaiknya dilengkapi dengan peralatan yang dikenal sebagai Alat Perlindungan Diri antara lain :

a. Sarung tangan lateks

Pada dasarnya semua cairan tubuh dianggap dapat menularkan penyakit.

b. Kaca mata pelindung

Mata juga termasuk pintu gerbang masuknya penyakit kedalam tubuh manusia

c. Baju pelindung

Mengamankan tubuh penolong dari merembesnya carian tubuh melalui pakaian.

d. Masker penolong

Mencegah penularan penyakit melalui udara

e. Masker Resusitasi Jantung Paru

Masker yang dipergunakan untuk memberikan bantuan napas

f. Helm

Seiring risiko adanya benturan pada kepala meningkat. Helm dapat mencegah terjadinya cedera pada

kepala saat melakukan pertolongan.

Kewajiban Pelaku Pertolongan Pertama

Dalam menjalankan tugasnya ada beberapa kewajiban yang harus dilakukan :

a. Menjaga keselamatan diri, anggota tim, penderita dan orang sekitarnya.

b. Dapat menjangkau penderita.

c. Dapat mengenali dan mengatasi masalah yang mengancam nyawa.

d. Meminta bantuan/rujukan.

e. Memberikan pertolongan dengan cepat dan tepat berdasarkan keadaan korban

f. Membantu pelaku pertolongan pertama lainnya.

g. Ikut menjaga kerahasiaan medis penderita.

h. Melakukan komunikasi dengan petugas lain yang terlibat.

i. Mempersiapkan penderita untuk ditransportasi.

Kualifikasi Pelaku Pertolongan Pertama

Agar dapat menjalankan tugas seorang petugas penolong harus memiliki kualifikasi sebagai berikut :

a. Jujur dan bertanggungjawab.

b. Memiliki sikap profesional.

c. Kematangan emosi.

d. Kemampuan bersosialisasi.

e. Kemampuannya nyata terukur sesuai sertifikasi PMI. Secara berkesinambungan mengikuti kursus

penyegaran.

f. Selalu dalam keadaan siap, khususnya secara fisik

g. Mempunyai rasa bangga.

Fungsi Alat dan Bahan Dasar

Dalam menjalankan tugasnya ada beberapa peralatan dasar yang sebaiknya tersedia dan mampu digunakan oleh penolong di antaranya :

1. Alat dan bahan memeriksa korban

2. Alat dan bahan perawatan luka

3. Alat dan bahan perawatan patah tulang

4. Alat untuk memindahkan penderita

5. Alat lain yang dianggap perlu sesuai dengan kemampuan

Label:

Kamis, 25 Februari 2010

Kenangan Yang Tak Terlupakan

YOUTH CAMP PMR WIRA

 

 

Provinsi Jawa Tengah DigelarMemperingati Hari Remaja Sedunia, 12 Agustus, bahwa masalah remaja tidak akan ada habisnya.Banyak sisi menarik yang dijadikan bahan pembicaraan dari hal positif maupun negatif. Masa remaja penuh dengan problema, karena remaja merupakan usia produktif dan aktif beraksi. Namun generasi muda harus selalu diarahkan ke arah yang positif agar menumbuhkan generasi yang berkualitas. Generasi muda yang berkualitas itu harus memiliki pengetahuan dan keterampilan.Melalui Youth Camp yang diselenggarakan PMI Provinsi Jawa Tengah ini, diharapkan kualitas remaja yang positif dapat tumbuh dan berkembang. Kegiatan ini diikuti oleh 33 PMI Cabang di Jawa Tengah dengan jumlah peserta 132 anggota PMR dengan mengangkat tema “Upaya Pengurangan Resiko Berbasis Remaja”.

Agar peserta YOUTH CAMP ini dapat berperan aktif, maka diterapkan beberapa metode dalam pelaksanaan kegiatan ini, antara lain : ceramah, sharing, diskusi kelompok, simulasi, praktek, dan yang lebih seru ada permainannya.Pada jam istirahat, para peserta dapat sharing dengan teman–teman lainnya dan berbagi pengalaman.

FIRST DAY OF YOUTH CAMP....

Hari pertama peserta Youth Camp masih merasa asing dengan lingkungan barunya, karena untuk beberapa peserta ini merupakan pengalaman pertama. Namun dengan dibentuknya kelompok-kelompok saat kegiatan, mereka jadi kenal satu sama lain.          Dengan terbentuknya kelompok, kegiatan belajar ini jadi lebih mudah karena terkoordinir dan dimaksudkan agar sesama peserta lebih bisa berinteraksi. Para peserta juga dituntut untuk saling kompak dan saling bekerjasama.  Antrian Mandi yang Dikeluhkan

Keluhan muncul dari salah satu peserta Youth Camp, Vanda asal Grobogan, “Fasilitas kamar mandi kurang, airnya sedikit, waktu ngaret, dan colokan listrik kurang banyak”, terangnya kepada REAKSI.

Keterbatasan penggunaan air bersih dan fasilitas kamar mandi yang kurang. Kak Wuri mengungkapkan, “Kegiatan ini bertemakan Upaya Penanggulangan Resiko Berbasis Remaja, sehingga peserta diharapkan menghemat penggunaan air bersih. Kenyataannya remaja sering menggunakan air dengan berlebihan“.

Keluhan lainnya juga muncul dari Ernia asal Kudus, “Panitia kurang komunikatif dengan peserta karena tidak mengunjungi para peserta di tenda”.

Menanggapi hal itu, Kak Nashir selaku fasilitator mengatakan bahwa kurang komunikatifnya panitia dengan peserta, karena tanggung jawab panitia dalam keberhasilan kegiatan hari ini dan rencana mengkoordinasi acara selanjutnya .

Dapat dimaklumi, karena kegiatan ini diikuti oleh banyak peserta maka panitia berusaha melakukan persiapan dengan baik. Meskipun masih ada beberapa keluhan lain, seperti peralatan dan pintu kamar mandi yang rusak, tempat wudhu kurang nyaman, udara panas dan kehausan. Namun semua itu dapat diterima oleh para peserta karena ini masih hari pertama kegiatan, jadi para peserta masih menyesuaikan diri dengan keadaan.

Dalam kegiatan ini peserta diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas yang ada dengan sebaik–baiknya, meskipun banyak keluhan, karena  segala fasilitas yang minim itu adalah  sebagai pembelajaran untuk terjun di daerah bencana. Sehingga PMR Wira lebih tanggap dalam aplikasi siaga bencana.

Label: